Malam semua.....gimana kabar kalian hari ini ? Pastinya sudah tidak sabarkan ingin menyimak kembali kelanjutan kisah hidupku ? Ok untuk mempersingkat waktu aku mulai saja ceritanya ya !
Tanggal 7 Januari 2005 aku selesai kontrak, akhirnya aku pun kembali ke kampung halamanku. Karena aku sudah tidak kerja maka hari-hariku sebagian besar ada di rumah bareng keluarga, ya...kaya lagi nglakuin bulan madu yang kedua aja gitu...hehehe.
Seminggu dua minggu c...enjoy aja....aku sama istriku makin romantis gitzu...hehehe.
Tapi kalo kelamaan ya akhirnya ngomel juga donk...sang istri. Karena dia kan bukan hanya makan cinta , ya gak ? Lagian juga disamping dia pusing mikirin kebutuhan ditambah lagi oleh omelan orang tuanya alisan mertuaku. Aku mencari info mengenai lowongan kerjaan kemana-mana, semua temen-temenku aku titipin pesen kalo ada lowongan hubungi aku ya.
Genap 3 bulan aku nganggur, akhirnya tanggal 7 April 2005 aku mendapat kerjaan. Karena gajinya kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Itupun kadang masih aku masih nyari pinjeman kalo ada kebutuhan mendadak seperti ada orang hajatan atau anak sakit. Sedangkan hutang yang dulu aja masih numpuk.
Suatu hari pas aku lagi bareng sama istriku, istriku cerita kalo dia sudah tidak haid beberapa bulan. Akhirnya aku periksakan istriku ke bidan dan hasilnya positif 3 bulan. Ntah aku harus bahagia atau kah harus sedih, ternyata hasil dari bulan maduku selama 3 bulan itu jadi juga. Bakal bertambah lagi kebutuhanku gumamku dalam hati.
Singkat cerita langsung saja ke masa-masa menjelang kelahiran anakku yang kedua. Tepat jam 12 malam tanggal 8 September 2005, istriku merasa mulas-mulas. Aku binggung mana suasana hujan deras lagi,lalu aku minta tolong sama ibu mertuaku untuk menemani istriku sementara aku keluar mencari tukang becak. Aku datangi rumah tetanggaku yang kerjanya sebagai tukang becak, aku gedor pintu rumahnya. Agak lama juga aku gedor-gedor rumahnya namun tak kunjung keluar. Sekitar 10 menitan barulah keluar 2 sosok manusia dari balik pintu, yang satu mengenakan sarung dan yang satunya mengenakan mukenah. Pak tolong pak, anterin istriku ke rumah bidan pak pintaku. Waduh saya lagi sholat tahajud nih jawab sosok yang mengenakan sarung. Ya sudah kalo begitu aku pinjam becaknya aja boleh ga' ? ( timpalku ). Ya sudah bawa aja, bentar aku ambilin dulu kuncinya sahut orang yang mengenakan sarung tadi.
Akhirnya aku bawa sendiri becak tetanggaku itu. Lho tukang becaknya mana tanya ibu mertuaku. Dia lagi sholat tahajud bu jawabku. Terus gimana timpal ibu mertuaku. Biar aku sendiri saja yang bawa bu ! Emang kamu bisa ? Insya Allah bisa bu. Ya sudah ayo kita papah istrimu.
Akhirnya aku sama ibu mertuaku memapah istriku. Kebeneran malam itu ayah mertuaku tidak ada di rumah jadi cuma aku sama ibu mertuaku aja yang nganter istriku ke rumah ibu bidan. Sementara anakku yang pertama aku tinggal di rumah yang dijagain adik iparku takut kalo-kalo kebangun dari tidurnya.
Ati-ati ya, pelan-pelan aja ngayuhnya terdengar suara ibu mertuaku dari dalam becak. Iya bu jawabku.
Basah kuyup tubuhku kena guyuran air hujan. Akhirnya sampe juga kami di rumah bidan, lalu aku sama ibu mertuaku memapah kembali istriku yang dari tadi merintih-rintih nahan sakit yang saya sendiri sampe saat ini belum pernah ngrasain seberapa sakitnya, secara...aku kan cowok hehehe masa pernah ngrasain rasa sakitnya mau nglairin c iziziziz
Untuk kesempatan kali ini aku tidak ingin melewatkan momen yang tidak aku lalui saat kelahiran anakku yang pertama, yakni menemani istriku saat detik-detik kelahiran sang buah hati. Dalam keadaan basah kuyup aku terus berada disamping istriku sambil memberikan semangat serta dukungan mental pada istriku.
Kemudian sang bidanpun memeriksa kandungan istriku, ini baru pembukaan 1 pak, masih agak lama terdengar suara sang bidan mengabari kondisi kandungan istriku.
Kira-kira berapa jam lagi bu tanyaku. Ya... paling tar pagi ato sianglah !
Gimana kalo disuntik perangsang aja seru ibu mertuaku. Ya sebentar aku ambil dulu suntikannya jawab ibu bidan. Lalu ibu bidan masuk ke ruangan pribadinya. Beberapa saat kemudian ibu bidan nongol lagi sambil membawa suntikan di tangannya. Setelah menyuntik istriku bidan pun berkata " istri bapak sudah saya suntik, bapak jagain dulu ya saya mau istirahat lagi. kalo ada apa-apa panggil saja saya ". Baik bu jawabku
Lalu ibu bidan pun masuk lagi ke kamar tidurnya. Setelah 2 jam berlalu istriku merintih histeris, aku pun langsung memanggil ibu bidan lagi. Ibu bidan pun lalu memeriksa kembali kandungan istriku, sudah pembukaan 3 paling ntar pagi baru lahir kata ibu bidan.
Ibu bidan pun balik ke kamarnya. Sekitar jam 4 pagi ayah mertuaku datang dengan membawa baju kering untukku. Rupanya beliau pulang kerumah lalu diceritain oleh adik iparku makanya beliau langsung nyusul serta membawakan baju kering untukku. Aku pun lalu berganti pakaian. Selang tak berapa lama adzan shubuh berkumandang. Karena rumah ibu bidan berada di samping masjid, aku pun pamit ke ibu mertuaku untuk sholat shubuh dulu. Dan rupanya waktu aku sholat shubuh ayah mertuaku balik lagi ke rumah untuk istirahat karena semaleman beliau belum tidur.
Setelah selesai sholat shubuh aku sempatkan waktu beberapa menit untuk berdo'a agar diberi kemudahan kepada istriku dalam melahirkan anak keduaku. Adapun do'a ku sebagai berikut " Ya Allah dari jaman nabi ada sampai sekarang sudah trilyunan manusia kau ciptakan, dan semua yang Kau ciptakan itu sudah melalui perhitunganMu. Kau ciptakan manusia dalam rahim seorang ibu, dan itu sudah ada jalan keluarnya sendiri. Maka dari itu, aku mohon padaMU ya Allah mudah kanlah istriku dalam menjalani proses kelahiran anakku kali ini. Aku mohon ya Allah jangan sampe jalan keluar yang Engkau sediakan tidak terpake dengan cara manusia membikin jalan sendiri yakni dengan jalan dicesar. Aku percaya dengan kuasaMu ya Allah tidak ada hal yang susah bagiMU. Jangankan hanya mengeluarkan bayi dari rahim ibunya, Engkau keluarkan seluruh isi perut bumipun sungguh sangat mudah bagiMu. Maka dari itu ya Allah.... mudahkanlah proses kelahiran anakku ini...!"
Tak terasa air mataku bercucuran saat aku memanjatkan do'a tadi. Selesai berdo'a aku balik lagi mendampingi istriku. Aku istighfar 3x lalu membaca basmalah 3x serta bersholawat kepada rosulullah 3x. Kupegang tangan istriku lalu kutiup kepala istriku. Dan alhamdulillah beberapa saat kemudian lahirlah anakku. Anak kedua ku perempuan lagi dengan berat 4 kg dan panjang 53cm, lebih besar dari anak pertamaku yang cuma 3kg untuk beratnya dan 50cm untuk panjangnya.
Setalah selesai meng adzani anakku perlahan aku kecup kening istriku sambil ucapkan terima kasih atas perjuangannya dalam melahirkan anakku. Istriku tersenyum dan dia juga bilang terima kasih kepadaku atas kesetiaanku mendampinginya juga atas usahaku mengantarkan dia ke rumah bidan. Karena suasana sudah santai akhirnya ibu mertuaku pulang bermaksud ngabarin ayah mertuaku.
Pak bangun, cucu kita telah lahir ! Ayah mertuaku bangun dari tidurnya lalu bertanya laki-laki apa perempuan? Perempuan lagi jawab ibu mertuaku, mendengar jawaban ibu mertuaku ayah mertuaku langsung tidur lagi dengan muka murung. Jangan begitu pak...laki-laki atau perempuan sama saja cucu kita, tengoklah.... bujuk ibu mertuaku. Namun ayah mertuaku tidak menghiraukan, beliau tetap melanjutkan tidurnya.
Lalu anak pertamaku bangun dan dimandiin oleh adik iparku. Selesai mandi adik ipar bareng anakku menyusul ke rumah bidan. Siang harinya aku bawa istriku pulang ke rumah. Selesai nganter istri balik ke rumah, aku nganterin becak yang aku pinjam dari tetanggaku sambil ngasih uang sewanya. Sampai satu minggu ayah mertuaku tidak mau menyentuh anak keduaku. Jangankan menyentuh ngliatinpun tidak.
Pak liatinlah cucu kita...kasian anak kita sedih karna sikap bapak yang kaya gini bujuk ibu mertuaku pada suaminya. Akhirnya ayah mertuaku mau juga nengokin cucunya, tapi cuma nengokin doank belum mau menyentuhnya. Walau demikian sudah mengurangi rasa sedih istriku karena ayahnya sudah mau nengokin cucunya. Perlu teman-teman tau mengapa ayah mertuaku bersikap seperti itu. Karena kedua anaknya perempuan, dan kini sampe cucunya kedua-duanya perempuan juga. Beliau sangat menginginkan cucu laki-laki.
Sampe saat ini kehidupanku sama istri juga kedua anakku baik-baik saja walo kadang kita merasa kekurangan. Masalah mulai timbul saat anak keduaku menjelang usia 2 taun. Perselisihan demi perselisihan sering muncul dalam kehidupan kami hingga akhirnya kita pisah ranjang.
Sudah dulu ya teman-teman...biar kalian makin penasaran sama kisah
hidupku ini hehehe. Lagian kalo aku cerita sampe selesai kan tidak seru, iya ga mas brow mba' brow
pokoknya ikutin terus deh cerita ini dijamin seru dan mengharukan.
Met malem semua N met rehat ya
bye bye.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar