Minggu, 07 Oktober 2012

Kabut Hitam Mulai Menghampiri II

Ok brow sis yang masih setia menanti lanjutan cerita kisah hidup yang mengharu biru, disimak ya...hehe

Awal kisah anakku yg pertama sudah terlahir, kehidupanku dengan istriku makin romantis. Tiap pulang kerja aku langsung timang anakku sambil ajak ngobrol walopun kaya orang, secara semua orang kan tau kalo bayi baru lahir itu belum bisa ngomong.
Semenjak kelahiran anakku, ada... aja rejeki yang tak terduga yang aku dapatkan. Sepeti dapat arisan saja 2 kali berturut-turut sehingga aku bisa bantu mertuaku untuk mengkramik rumah mertuaku yang pada waktu itu masih urugan tanah campur batu koral.
Tapi memang dasar sudah sifat manusia yang selalu kurang dan tidak mensyukuri apa yang sudah ada. Sekitar usia anakku menginjak umur setaun, aku ditawarin kerja dirantauan dengan cara nyogok sebesar 1,5 juta rupiah dengan iming-iming langsung kerja, akhirnya dengan modal ngutang aku ikut juga. Aku keluar dari tempat kerjaku dengan mengundurkan diri sehingga aku tidak dapat pesangon. Aku cuma menerima uang jasa sebesar 2 bulan gaji aku berangkat ke rantauan. 1 bulan gaji aku bawa buat bekal dan 1 bulan gaji lagi aku tinggal buat pegangan istri.
Maksud hati mencari ikan kakap dengan melepaskan ikan teri yang sudah ada, tapi manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan. 3 bulan aku nganggur di daerah orang sedangkan uang pegangan aku juga istriku sudah habis sementara pada waktu itu aku masih punya tanggungan arisan. Kepaksa aku ngutang lagi ke sana sini. Dalam posisi nganggur kelamaan di daerah orang sementara anak lagi lucu-lucunya, maka rasa kengen pun timbul. Aku pulang kampung dengan ongkos dapat minjam hanya demi melepas kerinduanku pada anak juga istriku. Tapi begitu sampe di rumah, aku malu sama mertuaku. Terpaksa aku nyari pinjaman lagi untuk ongkos plus untuk bekal makan juga untuk tinggalan istri berikut persediaan untuk bayar arisan, begitu berulang kali kejadian seperti ini aku alami hingga tak terasa hutangku menggunung.
Aku terus bersabar sambil tak lupa pula berdo'a. Akhirnya nasib bagus berpihak juga padaku, aku diterima di perusahaan yang dijanjikan itu dengan catatan aku kerja kontrak 10 bulan. Bulan pertama aku kerja suasananya tidak nyaman, aku pengen keluar kalo saja tidak mengingat hutang-hutangku yang menumpuk. Berhubung aku harus ngangsur hutangku juga membagi untuk keperluanku, keperluan istriku juga bayar arisanku maka tetap saja aku merasa kekurangan dan pusing dibuatnya. Makanya menginjak bulan ke 3 aku boyong istriku kerantauan cuma sayang anakku tidak boleh dibawa oleh mertuaku jadi tetap saja aku harus ngirimi ke kampung untuk biaya anakku, aku tidak mau ngerepotin mertuaku.
Pas menginjak bulan ke 6 aku kerja, aku memutuskan memaksa mengambil anakku dari mertuaku.
Akhirnya aku berhasil juga membawa anakku dan kami pun bisa berkumpul dalam suasana keluarga yang lengkap. Kebahagiaan kami tidak berhenti sampe disini, tepat ulang taun perusahaan, perusahaan mengadakan tour ke Dunia Fantasi dan aku dapat jatah untuk ngajak anak juga istriku.
Tepat dihari ulang taun anakku yang ke 2, di TV ada berita yang menggemparkan hampir seluruh dunia.
Bencana sunami melanda kota Aceh dan negara-negara lain yang berhubungan dengan langsung dengan pusat gempa.
Di bulan ke 8 aku kerja menginjak bulan romadhon. Karena aku tidak mau anak istriku sengsara, maka sebelum arus mudik tiba, aku antarkan anak istriku pulang kampung. Dan 2 bulan terakhir aku kerja aku terpaksa sendiri lagi hidup di rantauan. Aku sengaja tidak membawa anak istriku setelah lebaran. Rencanaku kalo aku diperpanjang kontraknya baru aku jemput lagi keluargaku.
Benar dugaanku, karena aku sering tidak masuk untuk pulang kampung baik itu jemput istriku, jemput anakku juga nganter mereka pulang akhirnya aku tidak diperpanjang kontrak kerjanya. Tepat tanggal 7 awal taun 2005 aku diberhentikan dari tempat kerjaku. Dan jujur hutang-hutangku masih menumpuk saat itu.
Sudah dulu ya brow sis ceritanya, aku sudah ngantuk nih...hehehe
yang sabar aja menanti kelanjutan ceritanya, aku g bakal bosen ko berbagi pengalaman hidupku
pada kalian. Semoga kisah hidupku ini bisa diambil hikmahnya, syukuri aja
apa yang sudah ada dan jangan terlalu bernafsu pada
apa yang belum pasti, Ok !       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar