Rabu, 31 Oktober 2012

Dini Mulu

jono : Mas ilik, aq punya temen cewe, cantik.......banget
ilik : aq memang pengagum wanita, tapi aq bukan buaya. maaf untuk saat ini aq lagi tidak tertarik sama cewe lain. aq lg belajar setia, aq tidak akan mencari cewe lain sebelum Dini benar-benar menikah sama yang lain
jono : Dini mulu ah
ilik : masalah buat lho ?
jono : terus guwe harus bilang waw gitu ?
ilik : harus donk, bila perlu sambil koprol terus guling-guling di aspal
jono : suroso !?!
ilik : cius........
jono : miapa ?
ilik : miabi hehehe ( demi pgn duwe rabi mksd...)

Butuh Waktu

Aku butuh waktu lebih lama
untuk bisa meyakinkan hatimu
Aku butuh waktu lebih lama
Untuk bisa membuatmu mencintaiku



Pecinta Sejati


Pecinta sejati tidak pernah sakit hati
Meski terus disakiti


Mungkin





Mungkin aku harus berhenti berharap
Mungkin aku harus menikmati kesendirianku
Mungkin aku memang tidak pantas untuk dirinya
Mungkin....
Terlalu banyak kemungkinan yang memaksakan aku untuk harus mengundurkan diri

Aku Tidak Malu

Aku tidak malu mencintaimu
Aku juga tidak malu walau tidak mendapat balasan cinta darimu
Bahkan aku tidak malu walau engkau terus mencemo'oh aku
Pokoknya aku tidak malu
Karena cintaku padamu tulus dan suci dari dalam hatiku

Selasa, 30 Oktober 2012

Dari Cintaku Tercipta Ribuan Puisi


D => Demi terciptanya puisi tentang Dini
A => Aku begadang semalaman
R => Rela kuhabiskan rokok berbungkus-bungkus
I => Ini kulakukan demi mengungkapkan isi hatiku

C => Coretan demi coretan terus kurangkaikan
I => Isi hatikupun tercurahkan
N => Namun rasa rindu di hatiku semakin menggebu
T => Tanpa dapat aku bendung lagi
A => Akankah rinduku ini sampe padamu
K => Kalau dalam hatimu yang ada hanya dia
U => Untung banget pria yang bisa mendapatkanmu

T => Tiap malam bayangmu mengusik tidurku
E => Enggan rasanya aku lewatkan malam-malamku
R => Rasanya begitu nyata bayangmu di depanku
C => Cantik, anggun dan mempesona
I => Indah bola matamu getarkan hasrat dalam jiwa
P => Putih kulitmu membuatku tak berdaya
T => Tersipu malu di sudut malamku
A => Antara nyata dan tidak nyata

R => Rangkaian cerita lakonkan tentang kita
I => Ibarat panggung sandiwara
B => Bernuansakan melodi-melodi cinta
U => Untukmu aku persembahkan
A => Aku akan terus berkarya
N => Nyatakan anganku di dunia maya

P => Puisi-puisi indah terus tercipta
U => Untukmu adindaku tersayang
I => Ingat...hanya untukmu
S => Selalu untukmu
I => Inspirasi segala karyaku ! " DINI FITRIANIDA "


HAMBAR

H = Hidup
A = Aku
M = Memang
B = Buat
A = Allah dan
R = Rosulullah

Minggu, 28 Oktober 2012

IZINKAN KUMENCINTAIMU

Izinkan aku tetap mencintaimu
Walaupun kamu tidak menghendaki cintaku
Aku akan belajar setia
Sampai kau resmi menikah dengannya

Maaf...
Bukannya aku mau mengusik hubungan kalian
Aku hanya mengungkapkan perasaanku
Karena hanya dengan berpuisilah aku bisa sedikit mengurangi rasa rinduku padamu

Din...
Maaf jika dengan puisi-puisiku ini
Kamu merasa terganggu dan merasa tidak nyaman
Sekali lagi aku minta maaf

Aku Memang Pengagum Wanita tapi Aku Bukan Buaya





jono : Mas ilik, aq punya temen cewe, cantik.......bgt
ilik : aq memang pengagum wanita, tp aq bukan buaya. maaf untuk saat ini aq lg tdk tertarik sama cewe lain. aq lg belajar setia, aq tdk akan mencari cewe lain sebelum Dini benar2 menikah sama yg lain
jono : Dini mulu ah
ilik : masalah buat lho ?
jono : terus guwe harus bilang waw gitu ?
ilik : harus donk, bila perlu sambil koprol terus guling2 di aspal
jono : suroso !?!
ilik : cius........
jono : miapa ?
ilik : miabi hehehe ( demi pgn duwe rabi mksd...)

Rabu, 24 Oktober 2012

GRAHA SUMBER BERKAH


G =>Gelapnya masa depanku
R =>Russaknya masa laluku
A =>Akan aku rubah sekuat dan semampuku
H =>Hidup memang harus tetap berjalan
A =>Aku berjanji pada diriku sendiri

S =>Selagi nafas masih berhembus di tenggorokan
U =>Usahaku untuk merubah nasibku tak kan pernah berhenti
M =>Merintis dan membangun management dalam diri
B =>Berusaha yang dibarengin dengan do'a
E =>Emang sangat diperlukan demi memperoleh
R =>Ridho Tuhan yang Maha Pemberi Rejeki

B =>Bila ALLAH sudah ridho
E =>Entah dengan sebab ataupun tanpa sebab
R =>Rejeki pasti akan menghampiri kita
K =>Kun faya kun
A =>ALLAH yang menentukan
H =>Hidup kita akan seperti apa

Selasa, 23 Oktober 2012

Menghilang Tanpa Jejak


Tuhan...aku ingin menghilang,
bersama bintang yang ditelan malam,

karena seketika hilanglah segala kuatku!
aku pun tak tahu di mana aku berdiri,

kepada siapa aku mendongakan segala yang kupunya,
peran apa yang ku lakoni?

Tuhan, biarkan aku meredup..
seperti redupnya pelangi saat langit mencerah,
dan biarkan hanya indahku yang diingat, karena tak mampu lagi aku mencinta,
dan hilang semua pengertian dan nalarku,

Tuhan, biarkan hatiku mendingin.
seperti mendinginya musim ini,
karena aku semakin tak tau ke mana aku berjalan,
dan ketika semakin aku mencoba berlari dari memori itu,
malah lukaku semakin terbuka lebar.

Tuhan, bolehkah?
karena semakin aku berteguh
semakin jiwa ini terpuruk,
tak dapat terbang…
diikat dengan semua yang lalu dan harap yang mustahil..

sungguh aku tak mengerti
naskah apa yang ada di tangan sang pujangga hidup!
Tuhan.. biarkan aku sekali ini saja,
menghilang.. tanpa jejak..

MANK ILIK COY

M = Melihat kecantikan wajahmu
A = Anganku langsung mengembara
N = Nan jauh ntah kemana ? Tersesat dan tak tau arah
K = Kembalipun aku tak bisa

I = Inginku hanya bisa hidup bersamamu, dan
L = Lupakan segala keinginan yang lain
I = Indah memang....semua apa yang aku hayalkan. Tapi....
K = Kenyataannya aku hanyalah seorang pecundang

C = Cocokkah jika aku bersanding dengan dirimu ?
O = Oh...Tuhan.....ampunilah diriku ini
Y = Yang aku inginkan hanyalah kebahagiaan dirinya ( DINI FITRIANIDA )


Senin, 22 Oktober 2012

KAMISA

K   = Ketika karyawan mulai pada datang
A   = Aku dibuat terpukau karenanya
M  = Melihat potongan rambutnya yang baru
 I   = Imut dan mempesona
  = Sungguh aku semakin dibuat tak berdaya olehnya
A  = Adindaku DINI FITRIANIDA, aku makin cinta kamu

Sabtu, 20 Oktober 2012

Tak Mau Jatuh Cinta

Aku mengenalmu sebagai sahabatku..
Tapi ada yang beda dengan perasaanku..
Terkadang hati ini tak mampu menerima rasa yang ada..
Ada rasa suka tapi bukan rasa kagum
Semakin ku dekat denganmu..
Semakin kuat rasa ini..
Ada rasa kehilangan jika ku tak mendengar kabarmu..
Ada rasa cemburu membelenggu..
Jika kau dekat dengan dirinya..
Mungkinkah sekedar Rasa suka atau Cinta..
Aku pun tak mengerti..
Kenapa ini harus terjadi..
Aku tak mau jatuh cinta..
Aku tak mau hatiku terluka..
Karena semua itu akan menyiksa..
Tapi aku tak mampu melawan kodratku sebagai manusia
Yang ingin di cintai dan mencintai..
Kalau memang rasa cinta yang ku miliki..
Biarlah rasa itu yang akan menerima..
Dan merubah segalanya..

ALLAH vs Sesuatu

" Iklaskanlah kita kehilangan sesuatu karena ALLAH, asal jangan kehilangan ALLAH karena sesuatu "

Kabut Hitam Mulai Menyelimuti VI

Resmi sudah perceraianku dengan istriku. Entah aku harus sedih ataukah harus gembira karena terlepas dari hubungan yang tidak jelas, yang pasti aku senang bisa kumpul bareng anak-anakku kembali. Karena pada saat itu posisiku nganggur sehingga aku banyak waktu buat ke 2 putri tercintaku.
3 bulan aku nganggur sejak pulang dari laut, akhirnya simpenan duitku habis sudah. Akhirnya aku ngelamar kerja di laundry dan diterima walau dengan bayaran yang teramat murah dengan jam kerja yang tidak jelas. Sudah begitu baru 2 minggu saja bayarannya telat sehingga aku mengundurkan diri. Selepas pengunduran diriku dari laundry ada seorang teman lama tiba-tiba menelpon saya dan menawarkan pekerjaan. Aku ditawarin kerja bangunan di sebuah proyek di wilayah Depok tepatnya di desa Limo. Tanpa pikir aku terima tawaran itu dengan maksud becanda, tapi rupanya temanku itu serius. Dia hari itu juga datang ke rumahku untuk menjemput aku. Aku pun klabakan, karena maksud hati hanya becanda. Karena aku tidak mau mengecewakan temanku, akhirnya akupun berangkat juga ke Depok. Ya walau cuma 2 bulan aku ikut kerja jadi kuli yang penting aku tidak mengecewakan temanku itu.
Sejak keluar kerja jadi kuli, kegiatan sehari-hariku cuma maen fb di dalam kamar yang tanpa aku sadari ternyata aku tidak tidur selama seminggu karena saking asyiknya maen fb. Dan selama seminggu itu pula aku tidak keluar rumah sehingga tetangga-tetanggaku mengira aku masih ada di rantauan.
Begitu aku keluar rumah dan tetanggaku tau kalo aku sudah nganggur selama sebulan. Ada tetanggaku yang merasa iba dan menawarkan kerjaan sebagai pengurus taman. Dari pada nganggur maka  aku pun menerimanya. Tak sesuai dengan apa yang aku pikirkan, aku mengira pengurus taman itu kerjaannya nyirami, mupuk serta motong kembang. Ternyata aku ditempatkan di bagian perataan tanah alias nyangkul. Aku berpikir ini si sama aja dengan kuli juga, mana bayarannya jauh lebih murah lagi dari kuli. Namun karena belum ada peluang kerja ditempat lain maka akupun menjalaninya dengan terpaksa. Disamping aku sudah tidak betah kerja disitu ditambah mandornya nyari gara-gara maka aku hampir saja berantem sama mandorku itu. Untung aku masih menghargai dia yang usianya sudah renta maka aku mencoba meredam amarahku.
Tak terasa hampir 2 bulan aku kerja di taman sambil menyelami dunia fb ku yang akhirnya aku dekat dengan seorang tetanggaku yang sejak lama merantau. Dan dari dunia mayaku itu aku minta kerjaan sama tetanggaku itu. Dan ternyata kebeneran ada lowongan di tempatnya kerja. Ya...walaupun cuma sekedar jadi OB di sebuah kantor pertambangan, tapi lumayanlah bayarannya 2x dari bayaran kerja di taman hehe dan berkat kerja jadi OB inilah aku bisa melunasi hutang-hutangku yang dulu sejak 7 tahun yang silam serta aku bisa memiliki sepeda motor.
Tapi yang paling penting dan sangat berarti bagi diriku, di tempat kerjaku yang baru ini aku kenal sama seorang gadis yang sangat menawan hatiku. Cuma sayang usia kita terpaut sangat jauh sehingga aku minder untuk mendekatinya. Cukuplah aku mengaguminya dari jauh, yang terpenting bagi diriku berkat aku mengenal dirinya, aku menemukan kembali Tuhanku yang hilang dari kehidupanku.
Terima kasih sayang, tanpa aku sadari cintaku kepadamu telah menuntun aku kepada cintaku kepada Robbku. Kan kujadikan dirimu sebagai inspirasi puisi-puisiku !

Sampai disini dulu ya teman cerita tentang kisah hidupku ! Apabila kalian penasaran siapa gadis itu, kalian bisa liat puisi-puisiku yang aku cantumkan dalam blog ku ini juga. Semua puisiku itu bercerita tentang dirinya, gadis pujaanku.
Saranku pada kalian semua " Iklaskanlah kita kehilangan sesuatu karena ALLAH, asal jangan kehilangan ALLAH karena sesuatu "

Jumat, 19 Oktober 2012

DINI FITRIANIDA

D = Di malam ini
I = Ingin kuhapus semua hayalku tentangmu
N = Namun semakin kumencoba smakin jelas bayang wajahmu menggoda
I = Inikah yang dinamakan cinta ?

F = Fantasiku terus melambung jauh ke atas sana
I = Imajinasiku terus berkarya
T = Tentang melodi-melodi cinta
R = Riak air di aquarium menambah syahdunya suasana hatiku
I = Ingin kubuyarkan angan-anganku
A = Angan-angan tentang hidup bersamamu
N = Namun berkali kuhapus, berkali itu pula anganku hadir
I = Ini gila, benar-benar gila
D = Di anganku yang ada hanya kamu , kamu, kamu dan kamu
A = Adindaku " DINI FITRIANIDA "

Wanita satu-satunya


Dinginnya malam ini membawa aku dalam kerinduan
Ingin rasanya aku terbang dan hinggap di alam mimpimu
Namun apalah daya diriku tidak mampu
Sehingga hanya dengan goresan tinta inilah aku mencurahkan rasa rinduku

Dini...
Cuma kamu wanita satu-satunya yang mampu menembus hatiku
Setelah sekian lama kututup dan kukunci rapat-rapat pintu hatiku
Namun aku sadar diri Din
Siapalah diri ini
Sehingga aku tidak terlalu berharap untuk mendapat balasan cinta darimu
Cukuplah kamu tau, betapa merindunya hatiku

Aku sudah merasa sangat bahagia dengan mengenal cintamu
Terima kasih aku ucapkan untukmu Din
Karena cintamu lah, kini aku menemukan kembali Tuhanku yang hilang
Semoga kamu bahagia bersama pria pilihanmu
Aamiin....

Kamis, 18 Oktober 2012

Kabut Hitam Mulai Menyelimuti V


Malam semua...
saatnya saya lanjutkan kembali kisah hidupku. Maaf ya kawan lama ya kalian nunggu kelanjutan cerita tentang hidupku ?

Setelah kedua kalinya aku pisah ranjang dengan istriku, aku bertekad mau nyari modal untuk biaya cerai. 3 bulan berlalu aku berhasil mengumpulkan 1/2 biaya perceraianku. Namun manusia hanya bisa berencana, ternyata ada saja halangannya. Aku dapat kenalan yang katanya bisa nyalurin kerja di laut, dia nginep di rumahku. Aku jamu dia sebagai tamu special, makan dienak-enakin. Minumnya tiap hari susu, rokok tidak pernah kosong. Dia bilang harus masuk duit sekian buat inilah buat itulah, karena aku termasuk orang yang mudah percaya sama orang makanya aku kasih aja.
Tidak disangka tidak dinyana ternyata dia seorang penipu. Tabunganku habis semua, karena nanggung malu, sama orang sekampung yang sudah mendengar kabar kalo saya mau kerja di laut, maka saya nekat nyari pinjeman lagi ke saudara sebanyak 3,5 juta lalu saya pergi ke Depok ke tempat penyalur kerja. 3 bulan saya hidup di penampungan. Pas selesai ngurus segala keperluan dokumen saya dikirim ke kepulauan Natuna, dari Natuna saya nyebrang pulau lagi ke Sabang Mawang. Disana saya tinggal selama 3 hari karena kapal yang akan saya naiki / tempat saya kerja belum datang.
Begitu kapal datang, saya dan teman-temanpun naik. Di situ semua awak kapal berasal dari Kamboja, kita cuma berempat yang dari Indonesia. Kapal yang saya naiki aslinya sih milik orang Thailand. Ternyata baru seminggu di tengah laut, saya di bawa mendarat ke Thailand. Sehari di Thailand kita bongkar ikan hasil tangkapan kami lalu 4 hari kita nunggu sementara kapal diisi perbekalan. Selama itu pula kita pesta minum minuman keras. Aku benar-benar tidak menghiraukan lagi ajaran agama, yang ada hanya senang-senang dengan teman-teman baru saya.
Setelah selesai mengisi perbekalan, kamipun berlayar lagi mencari ikan tangkapan. Berbulan-bulan kami tidak melihat daratan, namun kami sering bongkar hasil tangkapan di tengah laut, tepatnya di perbatasan Indonesia-Malaysia. Disana kapal kolekting Thailand menunggu untuk mengangkut hasil tangkapan dari kapal-kapal yang sudah mendapat banyak hasil tangkapannya.
Ternyata kapal tempat saya kerja ini kapal pencuri, didalam perjanjiannya kapal boleh beroperasi di Indonesia dengan syarat hasil tangkapannya dijual di Indonesia juga. Tapi kenyataannya jauh berbeda dengan isi perjanjian itu. Kapal beroperasi di Indonesia namun hasil tangkapannya selalu dikirim ke Thailand. Setiap ada patroli dari pihak kepolisian laut kita, mereka jawab belum dapat tangkapan.
Setelah 4 bulan sejak keberangkatan dari Thailand, kita mendarat di Batam untuk setor nama kapal dan perusahaan kapal kita, biar aman dari pihak patroli. Di Batam kami hanya bongkar hasil tangkapan sebanyak 10 ton ikan dan mengisi perbekalan ala kadarnya. Di Batam hanya mendarat 2 hari dan 1 temanku kabur dari kapal karena tidak betah dan takut tertangkap patroli.Setelah selesai bongkar sudah menjadi kebiasaan para pelaut, kami pasti pesta minuman keras, tidak ada lagi ajaran agama yang bisa aku ingat saat itu.
Berbulan-bulan lamanya aku tidak ada kontak dengan keluarga di kampung. Bagaimana kabar orang tua, bagaimana kabar anak istriku pokoknya entahlah saya tidak tau.
2 bulan sejak mendarat di Batam, kami mendarat kembali di Thailand. Disana kami bongkar hasil tangkapan hampir mencapai 100 ton ikan. Kami pesta besar-besaran, minuman keras habis berkrat-krat selama 5 hari kami di darat. Bukan hanya kami kaum pria saja yang pada minum, istri-istri orang Kamboja yang tinggal di Thailand juga pada minum. Pokoknya dari mata terbuka sampe terpejam lagi, yang namanya minumas keras selalu jalan terus....
Setelah selesai mengisi perbekalan, kami kembali melaut. Seminggu kemudian kami bongkar lagi diperbatesan Indonesia-Malaysia. Disitu terjadi insiden kecil antar orang kamboja, mereka berantem orang muslim satu-satunya dari  kamboja dikroyok oleh orang-orang budha. Untung nahkoda kapal tau sehingga mereka bisa dilerai dan didamaikan. Aku mengira mereka benar-benar damai, tapi rupanya mereka hanya pura-pura untuk membohongi nahkoda. Selang seminggu berikutnya kami bongkar lagi di perbatasan dan setelah selesai bongkar rupanya orang-orang budha ini memiliki rencana. Ketika si muslim sedang tidur baru mereka menjalankan rencananya. Si muslim itu dipegangin oleh 5 orang dan 1 orang menggorok leher si muslim tadi hingga putus, na'udzubillahi mindzalik. Setelah meninggal dengan kepala putus, dilemparlah jasad si muslim tadi ke laut. Lalu orang-orang ini laporan ke nahkoda bahwa dia terjebur kelaut karena mabuk kebanyakan minum. Suasana sangat mencekam bagi kami bertiga warga Indonesia yang muslim saat itu, kami takut kalo-kalo kami juga bakal dihabisi.
Allahu akbar, dengan kuasaNya bertepatan bulan romadhon, aku yang dulu tidak ingat ajaran agama, dengan kemuliaan bulan romadhon, akhirnya aku ingat untuk menjalankan ibadah puasa. Meski ditengah kerja kerasku yang tidak mengenal waktu dan di tengah-tengah orang-orang non muslim juga ditengah-tengah masalah yang terjadi waktu itu, aku sanggup menjalankan ibadah puasa. Aku bertekad kabur pulang kampung kalo saja mendarat di Batam. Tapi sungguh tidak disangka, yang tadinya seharusnya mendarat di Batam, ternyata kami kembali mendarat ke Thailand. Begitu selesai bongkar ternyata kami bertiga dibuang ke penampungan orang-orang buangan. Di sana banyak orang dari berbagai negara. Ada dari Vietnam, Goa, Panama, dan banyak lagi dari negara-negara miskin lainnya. Waktu itu kami bertiga tidak pegang duit sepeserpun. Untung ada pengusaha dari Vietnam yang baik hati, kami dikasih kerjaan, akhirnya kami bertiga kerja sebagai kuli bangunan dan duit yang kami peroleh dari upah kerja bangunan itu kami beliin pulsa untuk menelpon pihak dari PT yang di Indonesia. Akhirnya dari pihak PT mengutus orang kepercayaannya untuk menjemput kami dan membicarakan dengan pihak PT yang di Thailand. Alhamdulillah akhirnya kami berhasil diambil oleh pihak PT dari Indonesia. Kami begitu terkejut setelah melihat kapal yang dulu kami tumpangi itu. Ternyata sudah berganti nama juga berganti PT. Singkat cerita kami dianter ke Batam memakai kapal yang tadi yang sudah berganti nama itu. Dari Thailand ke Batam menghabiskan waktu 3 hari 3 malam perjalanan. Nyampe di Batam kami mencari bandara, karena menjelang lebaran maka harga tiket pesawat melambung tinggi, kami kebingungan karena hari sudah malam. Untung kami ketemu sama sopir mobil bok orang batak yang baik hati. Kami dibawa kerumahnya untuk menginap dan keesokan harinya kami jalan-jalan sambil mencari tiket kapal laut. Kami datangi tempat penjualan tiket kapal Pelni dan untung kami masih dapat yang pemberangkatan sore hari.
Sore itu juga kami bertiga pulang ke Jakarta. Dari Batam ke Jakarta ditempuh dalam waktu sehari semalam. Sampe Jakarta kami berpisah, temanku yang satu langsung pulang sementara saya dan teman yang satunya lagi maen ke Depok dulu untuk mengucapkan terima kasih atas tanggung jawabnya mengurus kami yang sempat dibuang. Kami menginap semalam di Depok baru setelah itu balik ke kampung halaman.
Mentang-mentang menjelang lebaran, harga tiket bus naik 4x lipat. Begitu nyampe rumah, orang tuaku dan tetanggaku pada samar, mereka pada tidak mengenali saya. Karena saya yang dulunya berkulit kuning langsat berubah jadi hitam banget dan juga rambutku yang gondrong karena tidak pernah potong rambut sejak berangkat dari rumah. Malam harinya aku maen ke rumah mertuaku untuk menanyakan hubunganku sama istriku. Dan jawabannya adalah istriku minta cerai. Karena berhubung suasana masih bulan romadhon akhirnya proses perceraianpun ditunda setelah hari raya. Setelah mendengar jawaban dari istriku, akupun pulang kembali ke rumah orang tuaku. Dan pagi harinya aku mengutus orang untuk memberikan duit untuk beli pakean baru kedua putriku. Hari raya pun tiba, kedua putriku maen kerumah ibuku untuk silaturahmi sekalian melepas kangen sama bapaknya.
Cuti masal sudah berlalu, pegawai negri sudah kembali kerja. Maka gugatan perceraianpun diajukan, saya menerima surat panggilan dari pihak pengadilan atas gugatan cerai yang diajukan oleh istriku. Tiba waktu sidang pertama saya lagi maen ke Indramayu sehinga saya tidak menghadiri proses persidangan. Dua minggu kemudian datanglah undangan sidang yang kedua kalinya. Saya mendapat saran dari aparat desa tepatnya pihak kaurkesra, katanya " kamu pengen cepat resmi tidak perceraian ini? Kalo pengen cepat, kamu tidak usah hadir lagi !" Akhirnya sayapun kembali tidak menghadiri proses persidangan, dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh kaur kesra, hanya dengan 2x sidang, kami sudah resmi cerai.

Berhubung hari sudah menjelang pagi, maka cerita ini saya setop dulu ya teman. Biasa..biar kalian makin penasaran hehehe
O iya teman, tau gak kalian perbedaan penjualan ikan hasil tangkapan kami waktu kerja dilaut itu berapa banding berapa ? 10 ton banding 5.793 ton ! 10 ton masuk Indonesia 5.793 ton lari ke Thailand. bagaimana negara kita bisa kaya kalo dicuriin terus hasil kekayaannya oleh negara lain. Bisa kalian bayangkan dalam jangka waktu 8 bulan oleh 1 kapal saja sudah dicuri 5.793 ton ! Sedangkan kapal yang beroperasi di sana ratusan kapal ! Bisa kebayang tidak ? Gak tau deh saya sendiri tidak bisa membayangkan hehehe
Sudah ah nyrocos terus, bisa-bisa sampe pagi nanti

Selasa, 16 Oktober 2012

Hidup adalah Pilihan

Hidup berawal dari A ( ALLAH ) menuju B ( Birth / lahir )
dan berakhir di D ( Death / mati )
Tapi diantara B dan D ada C ( Choice / pilihan )
Ya hidup adalah pilihan, tentukanlah pilihanmu dan jalani tanpa penyesalan
Pilihanmu adalah jalan hidupmu

Mank ilik coy

Senin, 15 Oktober 2012

Aku mencintainya

Aku memohon kepadaMU ya Allah
aku cinta dia
aku sayang dia
dan aku ingin bersamanya

Tapi jika cinta ini tak Kau Rhidoi
jangan biarkan cinta ini
menyakiti hati kami

Aku sayang dia
tapi aku akan rela kehilangannya
jika memang dia bukan jodohku

Aku rela dan ikhlas melepaskan
segala sesuatu yang memang bukan milikku
aku rela tersakiti asalkan di balik kesakitan ini
ada cinta yang tulus menghampiriku

Ya Allah....
tunjukkanlah orang yang tulus mencintaiku
seperti ia mencintaiMu sepenuh hati
karna tidak ada cinta yang abadi
kecuali cinta kepadaMu

Minggu, 14 Oktober 2012

Pantang Berdusta

Dini...
Maafkan aku yang telah membuatmu merasa risih
Dengan segala tingkahku ini
Mungkin orang bilang ini karna cinta lokasi
Tapi aku tak peduli
Mau cinta lokasi, cinta situasi maupun cinta kondisi
Yang pasti ini murni dari dalam hati
Dan bukan sekedar nafsu birahi

Aku memang pujangga cinta
Yang pandai bermain dengan kata-kata
Tapi aku pantang berdusta
Untuk persoalan wanita
Karna aku takut akan hukum karma
Akan menimpa septiani atau urmila         (red. ke 2 putriku)

Dini...
Sekali lagi aku minta maaf
Telah memasang fotomu di fb ku
Bukan'a aku lancang
Tapi karna aku sayang
Makanya aku pajang

Tapi kalo emang kamu tidak suka
Baiklah, aku akan merubahnya
Asal kamu merasa bahagia
Aku rela melakukannya
Walaupun itu harus terpaksa

Puisi tentang Dini


Malam ini
Kucoba merangkai kata kembali
Menyusun sebuah puisi
Puisi tentang Dini

Dia seorang pengusaha muda
Yang mengawali karirnya di PT. Graha Sumber Berkah
Semenjak aku kenal dia
Hari-hariku jadi ceriah

Bila malam mulai datang
Wajahnya selalu terbayang
Hingga mataku sulit tuk terpejam
Menerawang jauh ke atas awan

Tak terasa malam makin kelam
Kutengok langit tak ada rembulan
Juga tak ada bintang-bintang
Yang ada cuma gumpalan awan hitam

Angin sepoe gerakkan dedaunan
Menambah syahdunya kerinduan
Oh….Tuhan….
Kenapa aku Kau pertemukan
Jika hanya menambah beban

Dini….
Kucoba hapus bayang-bayang wajahmu
Tapi sungguh aku tak mampu
Karna smakin kumencoba
Hatiku makin tersiksa

Kamisa…
Jika kamu benar-benar suka
Nyatakanlah
Walaupun akhirnya kamu harus kecewa

Dan jika kamu benar-benar cinta
Relakanlah dia bahagia
Dengan lelaki pilihan hatinya
Serta iringi dia dengan do’a

Ku ingin engkau bahagia

Sayup-sayup terdengar suara adzan maghrib berkumandang
Angankupun mulai melayang
Melambung tinggi jauh ke atas awan
Bersamamu gadis pujaan

Kita berdua berjalan menyusuri gelapnya malam (g ada angkot bang...?)
Yang disinari cahaya sang rembulan
Dan berhiaskan bintang-bintang


Oh....Diniku sayang....
Mengapa wajahmu selalu terbayang
Dan tak mau pergi dari ingatan
Meski kau sudah punya pasangan

Aku cuma manusia biasa
Yang tak punya daya upaya
Untuk mengusir segala rasa
Yang bergejolak di dalam dada

Karena aku cinta
Kuingin engkau bahagia
Walau aku harus menderita
Dengan mengubur rasa, yang ada di dalam dada

Goresan Kata Mutiara

Malam.......
Dapatkah senandungku memecahkan sunyimu
Sementara rinduku hanya dapat menyapa
Dengan goresan kata mutiara
Yang menjadi do'a
Dalam luasnya hamparan cinta

Hujan....
Dapatkah rintihanku hangatkan dirimu
Sementara rasaku hanya sebatas angan
Dan hayal semata
Dalam dunia maya
Dan selamanya tak kan jadi nyata

Ada Apa Denganmu Novie Amelia?!

Harta berlimpah, mobil mengkilat, rumah mewah, foto model dan kemewahan lainnya tidaklah menjamin kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian..

Hari-hari ini lagi ramai dibicarakan tentang foto model Novie Amelia yang dalam keadaan mabuk mengendarai mobil dan hanya mengenakan (maaf) pakaian dalam menabrak beberapa orang..

Katanya broken home dan halusinasi.. Sungguh ironis sekali!

Bahagia, Dimanakah Kau Berada?..

Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan!
Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan!
Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan!
Orang biasa menyangka bahagia terletak pada kepopuleran!
Dan sangkaan-sangkaan lain..

Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan.
Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan.
Sebab, kekuasaan memang sebuah kenikmatan dalam kehidupan.
Dengan kekuasaan seseorang dapat berbuat banyak.
Tapi, betapa banyak manusia yang justru hidup merana dalam kegemilangan kekuasaan.
Dia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan, setelah kuasa di tangan.
Sebelum memegang kuasa, senyuman sering menghiasai bibirnya.
Namun, setelah kuasa di dalam genggaman, kesulitan dan keresahan justru menerpanya, tanpa henti..

Sebagian orang mengejar kebahagiaan pada diri wanita cantik atau pria gagah nan tampan.
Dia menyangka setelah menikah dengan seorang wanita cantik atau pria gagah nan tampan, maka dia akan bahagia.
Tapi, tak lama kemudian, bahtera rumah tangganya kandas.
Di depan sorot kamera, tampak mempelai begitu bahagia, bersanding wanita cantik atau pria gagah nan tampan.
Namun, kecantikan dan ketampanan sering menjadi fitnah dan kemudian membawa bencana.
Pujian yang bertabur dari umat manusia tak membuatnya bahagia.

Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta.
Dia menyangka, bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan.
Maka, setelah dia dapat, dia menjadi pecinta harta.
Toh, setelah harta melimpah ruah, kebahagiaan itu pun tak kunjung menyinggahinya.
Harta yang disangkanya membawa bahagia, justru membuatnya resah.
Hidupnya penuh porblema.
Masalah demi masalah membelitnya.
Tak jarang, harta justru membawa bencana.
Kadang, harta yang ditumpuk-tumpuk, menjadi ajang konflik antar saudara dan keluarga…

Disini Ada Bahagia..

Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah, yang senantiasa dikejar oleh manusia.
Manusia ingin hidup bahagia. Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera.
Tapi, apakah yang dimaksud bahagia?
Semua kenikmatan duniawi bisa menjadi tangga yang mengantar kepada kebahagiaan. Semuanya adalah sarana. Bukan bahagia itu sendiri.
Kebahagiaan adalah kondisi hati, yang dipenuhi dengan keimanan, dan berperilaku sesuai dengan keimanannya itu.
Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.
Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya bahagia dalam keimanan dan keyakinan; yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh setiap keadaan.
Dalam kondisi apa pun, hidupnya bahagia, karena dia sudah mengenal Allah, ridha dengan keputusan Allah, dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusanNya.
Dia benar-benar menjadi hamba Allah.
Dalam kondisi apa pun, dalam posisi apa pun, manusia semacam ini akan hidup dalam kebahagiaan.
Hidupnya hanya mengacu kepada Allah, dan tidak terlalu peduli dengan reaksi manusia terhadapnya.
Alangkah indah dan bahagianya hidup semacam itu; bahagia lahir dan batin, dunia dan akhirat…
 
sumber :
~"Mutiara Air Mata Muslimah"~http://www.facebook.com/MutiaraAirMataMuslimah?ref=stream

Kisah Nyata

Kisah Nyata yang Inspiratif ‘Kebaikan Menular dalam Angkot itu’

Sore itu saya naik angkutan kota (angkot) menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu masih muda. Di dalam angkot duduk tujuh penumpang, termasuk saya. Telihat masih tersisa lima kursi kosong. Di tengah perjalanan, banyak angkot saling menyalip untuk berebut penumpang.

Seketika ada pemandangan aneh. Di depan angkot ya
ng kami tumpangi, ada seorang ibu dengan tiga orang anak usia remaja berdiri di tepi jalan. Tiap kali ada angkot yang berhenti di hadapannya, dari kejauhan kami busa melihat si ibu bicara kepada sopir angkot, lalu angkot itu melaju kembali tanpa mengangkut mereka. Ada apa gerangan? Kejadian tersebut sempat terulang beberapa kali.

Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti tepat di depannya,
si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bus, tidak?”
sopir menjawab “Ya.”
Herannya si ibu tidak segera naik.
Ia berkata “Tapi saya dan ketiga anak saya tidak punya ongkos.”
Sambil tersenyum, sopir itu menjawab “Nggak apa-apa Bu, naik saja.”

Sesaat terlihat si Ibu ragu-ragu,
sopir mengulangi perkataannya “Ayo Bu, naik saja, Nggak apa-apa.”

Saya terpesona dengan kebaikan Sopir angkot yang masih muda itu. Di saat angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, Sopir muda itu malahan merelakan empat kursi penumpangnya secara gratis kepada si ibu dan anak-anaknya.

Ketika sampai di terminal bus, ibu dan ketiga anaknya turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Sopir. Di belakang si ibu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika sopir hendak memberikan uang kembalian (ongkos angkot hanya Rp 4.000,-), pria itu berkata bahwa "uang itu untuk ongkos diriku dan keempat penumpang tadi."
“Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu.

Sore itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil tersebut. Seorang Ibu ‘kurang mampu’ yang jujur, seorang Sopir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan. Andai separuh dari bangsa kita seperti mereka, niscaya dunia akan tersenyum melihat kebaikan-kebaikan kita.

Memory pergantian tahun

Pesta pergantian tahun di kantor emang meriah
Segala makanan telah tersedia
Tapi kenapa hatiku selalu resah
Tanpa hadirnya si dia  ( Dini Fitrianida mksd'a )

Suara kembang api meledak silih berganti
Memecahkan suasana di malam ini
Tapi hatiku tetap terasa sunyi
Karena engkau telah pergi
Dan tak ada di sini

Oh Dini....
Maafkanlah diriku ini
Yang kurang ajar dan tak tau diri
Yang beraninya cuma berpuisi
Tapi kalo ada orangnya pura-pura tak peduli

Din
Bukannya aku tak berani
Untuk mengungkapkan perasaanku ini
Tapi aku masih menjaga prifasi
Agar kamu tak sakit hati

Muliakan Aku


Dikala hatiku gundah
Dikala jiwaku resah
Kutatap tingginya langit
Kucoba hitung bintang-bintang

Begitu tenang
Begitu damai
Yang kurasakan saat itu

Tuhan.....
Begitu agungnya ciptaanMu
Begitu sempurna hasil karyaMu
Tapi semua itu tiada artinya
Jika dibandingkan dengan keagungan dan kesempurnaanMu

Tuhan
Begitu hinanya diriku
Begitu rendahnya moralku
Jika bukan Engkau yang memuliakannya
Jika bukan Engkau yang meninggikannya

Maka kumohon Tuhan....
Muliakanlah diriku yang hina ini
Tinggikanlah derajatku di sisiMU

Aamiin.....

Rindu RidhoMU


Gelapnya malam
Tak mengalahkan gelapnya masa depanku
Kotornya air comberan
Tak mngalahkn kotornya masa laluku

kelam memang...
jalan hidup yang perna aku lalui
Hidupku dipenuhi dengan noda & dosa
Hingga aku malu pada diriku sendiri


Apakah mungkin Engkau mau mngampuni
Jika mahlukMu saja enggan mendekatiku
Apakah mungkin Engkau menerima tobatku
Sedangkan umatMu saja mencemo'oh aku

Tuhan...
Aku harus bagaimana
aku tau aku ini hina
Aku tau aku ini nista
Aku tau aku ini rendah
Aku tau siksaMu amatlah berat
Tapi aku juga tau kalau rahmatMu melebihi cepatnya kilat

Jadi aku mohon ya Allah...
Ampunilah segala dosaku
Sebagaimana Engkau telah mengampuni para RosulMu
Kumpulkanlah aku bersama orang-orang yang mengagungkan namaMu

Karna aku takut siksaMu
Karna aku takut nerakaMu
Dan karna aku rindu surgaMu
Tapi aku lebih rindu lagi akan ridhoMu
Ya Allah......


Jawab Tanyaku

Hati berdebar tangan gemetar
Saat aku pandangi wajahnya
Dalam benak selalu bertanya-tanya
Mungkinkah aku bisa mendapatkannya?

Sementara jari jemariku terus menari
Merangkai kata menyusun kalimat
Menggambarkan suasana dalam dada
Mengikuti alur getaran dalam jiwa

Oh...Dini Fitrianida
Apakah kau tau
Betapa aku tersiksa
Menahan gejolak rindu yang bergemuruh

Din !
Tolong kau jawab tanyaku
Agar hilang rasa ragu
Sepait apapun itu
Yang penting aku bisa tau tentang rasamu

Do'a ku

Dia sudah pulang
Malampun mulai datang
Wajahnya kembali terbayang
Merasuk dalam ingatan

Dini....
Maafkan aku
Yang selalu merinduimu
Meski kamu belum tentu setuju
Dengan kelakuanku

Sejujurnya akupun ingin menolak rasa itu
Tapi aku tak mampu
Aku hanya bisa duduk terpaku
Sambil terus diam membisu
Sementara rindu terus menggebu

Din
Aku harus bagaimana
Tiap hari rindu ini makin membara
Selalu bergejolak di dalam dada
Wajahmu menari-nari di depan mata

Din
Sungguh aku tak berdaya
Untuk menghilangkan semuanya
Aku hanya bisa pasrah
Sama yang maha Kuasa

Smoga kelak kita bisa nikah (aamiin....!)

Duda malang



Tak ada pena tak ada kata
Terdiam seribu bahasa
Larut dalam dunia maya
Yang ada hanya kamisa dgn dini fitrianida

Mata saling pandang
Tapi mulut masih tetap terbungkam
Biarkan hati kita yang berbincang-bincang
Yang sesekali diiringi senyum membentang

Kamisa duda yang malang
Yang suka sama gadis lajang
Namun sayang
Cintanya bertepuk sebelah tangan

Potonya dini selalu dia pajang
Agar bisa dia kenang
Dan do'apun selalu berkumandang
Untuk kebahagiaan gadisnya tersayang

Coretan yang mewakili perasaan


Di setiap tanganku memegang pena
Di situ pasti kutorehkan sebait puisi indah
Puisi yang menggambarkan perasaanku padamu
Puisi yang mewakili getaran dalam hatiku

Aku memang belum tau banyak tentangmu
Bagaimana sifat aslimu
Bagaimana karaktermu
Bagaimana latar belakang kehidupan dirimu dan keluargamu
Dan masih banyak lagi yang belum aku ketahui prihal dirimu

Tapi apakah semua itu perlu….?
Jika hati telah memilih
Jika hati sudah mulai bicara
Bagaimana keadaanmu aku tak peduli
Bagaimana latar belakangmu tak jadi masalah

Biarkan waktu berjalan mengiringi cintaku
Biarkan alam menyampaikan rasa sayangku
Dan biarkan coretan ini mewakili perasaanku

Sang Pengecut


Aku emang pengecut
Tidak berani mengungkapkan isi hatiku sendiri
Beraninya mengatas namakan orang lain
Entah factor apa yang membuat aku jadi begini

Apakah karna usiaku yang terpaut amat jauh…?
Ataukah karena statusku yang sudah beranak dua..?
Mungkin juga karena pengaruh ekonomi diriku
Yang terlahir sebagai orang yang tak mampu…?

Entahlah……
Yang pasti ketiga unsur itu memang berpengaruh dalam hidupku
Berpengaruh dalam pola fikirku
Berpengaruh dalam menatap masa depanku
Bahkan berpengaruh dalam kejiwaanku

Aku tergolong orang yang pandai merangkai kata
Juga menyusun kalimat
Hingga tercipta sebuah puisi indah
Tapi aku tidak pandai dalam menyembunyikan perasaanku
Dan juga aku tidak mahir dalam mengungkapkan rasa sayangku

Dini….
Kutau mustahil bagiku
Tuk bisa mendapatkan dirimu
Tapi apa aku salah bila aku menyukaimu…?

Maka dari itu
Izinkanlah aku tuk menyayangimu
Izinkan aku tuk sekedar mengagumimu
Walaupun aku tak bisa meraih cintamu

Aku Tak Ingin

Dini....

Sebenarnya aku benci ketika harus mencintaimu
Kau terlalu mewah untuk orang sesederhana aku
Tapi kau telah membuatku jatuh hati
Jatuh pada titik terdalam yaitu mencintaimu...

Aku ingin selalu mencintaimu
Aku ingin selalu menyayangimu
Aku ingin selalu melihatmu bahagia
Aku ingin selau menjagamu dan perasaanmu
Aku ingin selalu berkata jujur padamu
Aku ingin selamanya karena ku tahu kau juga ingin selamanya
mencintaiku menyayangiku , melihatku bahagia , menjaga
perasaanku dan selalu berkata jujur untuk ku …

Dan…

Aku tak ingin menyakitimu
Aku tak ingin mengecewakanmu
Aku tak ingin melihatmu sedih
Aku tak ingin berbohong padamu
Aku tak ingin berubah karena ku tahu kau juga tak ingin berubah
menyakitiku , mengecewakanku ,melihatku sedih dan berbohong padaku ...

Gadis Pujaan

Disetiap mataku memandangmu
Hatiku berdebar tak menentu
Ntah perasaan apa yang ada dalam kalbu
Antara kangen rindu juga malu

Din…
Ah…..
Rasanya aku sudah kehabisan kata
Untuk mengutarakan semua yang kurasa
Karna kau begitu indah
Begitu mempesona
Begitu sempurna
Hingga sulit untuk dilupa

Sampai kapan aku akan bertahan
Melihat wajahmu yang begitu menawan
Bisakah aku tuk melupakan
Senyum manismu yang menggairahkan

Hari-hariku jadi tidak nafsu makan
Hanya kamu yang selalu ada dalam ingatan
Hai sang pujaan
Apakah kau juga merasakan, seperti  apa yang aku rasakan?

Rabu, 10 Oktober 2012

Kabut Hitam Mulai Menyelimuti IV

Hai sob, masih setia kan menyimak kisah hidupku ? Aku harap demikian deh hehe
Tidak terasa deh kita sudah memasuki bagian ke 4, simak terus ya sob ! Awal cerita

Bagai badai praha melanda hidupku saat aku diusir oleh istriku sendiri. Istri yang sangat aku sayangi bahkan melebihi sayangku pada diriku sendiri. Hari-hariku sepi, hatiku kosong bagai rumah yang ditinggal penghuninya, sunyi sepi menyelimuti hidupku. Aku kehilangan pegangan, melayang tak tentu arah bagai layang-layang putus benangnya.
Aku jarang pulang, kerjaanku hura-hura terus sama teman-teman kerjaku. Aku mulai meninggalkan kewajibanku, kewajiban seorang muslim.
Ibu ku sering nasehatin " yang sabar nak...kamu lagi diuji, tidak seharusnya kamu begini. Semestinya kamu lebih prihatin, kumpulin hasil kerjamu. Kalo kamu banyak duit pasti istrimu juga senang dan mau menerima kamu kembali. Kalo pun dia tetap tidak menerima kamu, setidaknya kamu punya uang kalo-kalo istrimu minta cerai. Tapi mudah-mudahan c jangan sampe terjadi".
Nasehat orang tuaku bagai angin lalu yang tak perna aku angep  karna aku benar-benar merasa kehilangan 3/4 nyawaku bukan hanya 1/2 lho tapi 3/4. Hancur benar-benar hancur aku waktu itu hanya kopi dan rokok yang jadi teman sepiku. Hanya alunan lagu yang mampu mengisi kekosongan hatiku.
Sebulan dua bulan aku masih sedikit mampu menguasai emosiku tapi lama kelamaan egoku timbul juga, sempat aku berpikir " baiklah kalo emang maumu begini, emangnya aku tidak mampu apa mencari penggantimu?"
Akhirnya aku berusaha mencari pelampiasan, kebeneran sudah lama teman kerjaku ada yang suka sama aku. Di tempat kerja kita selalu memadu kasih, dan tiap malam minggu pun aku selalu kencan ke rumahnya walo pun aku harus sewa kendaraan untuk bisa ngapel ( maklum...aku tidak punya kendaraan sendiri ). Sampai suatu saat bertepatan dengan hari ulang taun pernikahan aku sama istriku, aku lagi jalan sama pacarku itu hingga larut malam di sebuah tempat yang sepi. Hampir saja aku melakukan perbuatan yang melampaui batas. Ketika tinggal selangkah lagi aku mencapai puncak dari keterlenaanku, tiba-tiba muncul bayangan ke 2 putriku juga wajah istriku. Dan aku pun buru-buru menghentikan perbuatanku. Aku lalu sadarkan pacarku, jangan dek, tidak selayaknya kita melakukan ini. Aku tidak mau merusakmu, aku tidak mau menghancurkan masa depanmu. Kamu musti ingat, aku ini masih suami orang. Lalu pacarku pun merapikan dirinya walau dengan muka kecewa.
Singkat cerita hampir setaun aku pisah ranjang dengan istriku, dan sebentar lagi bulan romadhon. Aku yang biasanya jadi bilal di masjid pada saat sholat tarawih, untuk kali ini aku mangkir dari masjid. Sholat tarawihku bisa dihitung dengan hitungan jari, aku benar-benar berubah 180 drajat. Pas pada saat pembagian THR aku mencoba menghubungi istriku, aku tanya, untuk beli pakean lebarannya anak-anak gimana, mau mentahnya aja apa kita beli bareng-bareng ? Akhirnya istriku menjawab kita beli bareng-bareng saja. Maka ketika sore harinya selepas aku pulang kerja, aku jalan bareng berempat, aku, istriku dan kedua anakku.
Dengan adanya momen ini aku mencoba mimbicarakan masalah yang sedang kita hadapi, yang akhirnya istriku meminta maaf telah mengusir diriku, begitu juga dengan aku, aku meminta maaf atas kelemahanku yang tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga kami. Habis belanja pakaian kedua anakku dan juga istriku, kita lanjut jalan-jalan untuk berbuka puasa bareng. Dan malamnya istriku menginap di rumah orang tuaku. Maka sejak saat itu keluargaku kembali rukun, pacarku yang di tempat kerja aku putuskan. Ntah karena alasan apa akhirnya pacarku itu keluar dari tempat kerjanya.
9 bulan telah berlalu, tiba musim kemarau. Ayah mertuaku ditawarin nanam timun suri, padahal keluarga kami sebelumnya tidak mengerti sama sekali tentang bagaimana cara bertani timun suri. Berhubung ada yang mau mengajari maka ayah mertuaku mengajak aku untuk mencoba bertani timun suri, aku pun ngikut saja. Tidak tanggung-tanggung, baru pertama kali belajar ayah mertuaku mencoba langsung di 3 tempat. Karena kewalahan, akhirnya 1 tempat yang diperkirakan tidak menguntungkan dibiarkan begitu saja alias ditelantarkan. Tiap pulang kerja aku langsung ke sawah, padahal teman-teman perlu ketahui, jarak dari tempatku kerja sampe ke sawah itu, memakan waktu hampir 1 jam perjalanan naik sepeda ontel. Maklum... aku punyanya cuma sepeda ontel. Dari jam 5 sampe minimal jam 7 bahkan tidak jarang sampe larut malam aku ngerjain kerjaan sawah. Sampe nglupai kewajibanku pada sang Kholik. Begitu terus hari-hari yang kulalui hingga menjelang panen. Tapi sebelum tiba masa panen, aku dibuat jengkel oleh istriku, akhirnya pada waktu panen tiba aku tidak ikut membantu. Dan semenjak kejadian itu hilang semua jerih paya ku yang tiap hari aku lalui semenjak masa tanam sampe masa buah. Aku didiamin oleh seluruh keluarga istriku, bahkan istriku sendiri tidurnya misah kamer selama 3 bulan yang memancing emosiku. Akhirnya aku menggebrak seluruh keluarga itu, aku beradu mulut sama istriku tengah malam yang memaksa ibu mertuaku ikutan ngomong. Akhirnya aku berhenti lalu aku masuk kamar tapi tidak bisa kupejamkan kedua mataku ini. Rasanya aku tidak sabar menanti datangnya sang fajar. Aku ingin ngomong sama ayah mertuaku yang pada saat itu tidak ada di rumah karena sedang tugas mengairi sawah warganya. Maklum ayah mertuaku itu menjabat sebagai raksa bumi di kampungnya. Begitu ayah mertuaku datang belum sempat aku ngomong eh... ditinggal tidur, kepaksa deh nungguin lagi. Begitu bangun aku langsung ngomong pamit pengen pulang ke rumahku dari pada aku tinggal di situ tapi aku dikucilkan.
Kejadian taun yang lalu terulang lagi, aku kehilangan pegangan juga kehilangan 3/4 nyawaku.
Bersambung lagi ya sob ceritanya, biar kalian makin penasaran hehe   

Selasa, 09 Oktober 2012

Kabut Hitam Mulai Menyelimuti III


Malam semua.....gimana kabar kalian hari ini ? Pastinya sudah tidak sabarkan ingin menyimak kembali kelanjutan kisah hidupku ? Ok untuk mempersingkat waktu aku mulai saja ceritanya ya !

Tanggal 7 Januari 2005 aku selesai kontrak, akhirnya aku pun kembali ke kampung halamanku. Karena aku sudah tidak kerja maka hari-hariku sebagian besar ada di rumah bareng keluarga, ya...kaya lagi nglakuin bulan madu yang kedua aja gitu...hehehe.
Seminggu dua minggu c...enjoy aja....aku sama istriku makin romantis gitzu...hehehe.
Tapi kalo kelamaan ya akhirnya ngomel juga donk...sang istri. Karena dia kan bukan hanya makan cinta , ya gak ? Lagian juga disamping dia pusing mikirin kebutuhan ditambah lagi oleh omelan orang tuanya alisan mertuaku. Aku mencari info mengenai lowongan kerjaan kemana-mana, semua temen-temenku aku titipin pesen kalo ada lowongan hubungi aku ya.
Genap 3 bulan aku nganggur, akhirnya tanggal 7 April 2005 aku mendapat kerjaan. Karena gajinya kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Itupun kadang masih aku masih nyari pinjeman kalo ada kebutuhan mendadak seperti ada orang hajatan atau anak sakit. Sedangkan hutang yang dulu aja masih numpuk.
Suatu hari pas aku lagi bareng sama istriku, istriku cerita kalo dia sudah tidak haid beberapa bulan. Akhirnya aku periksakan istriku ke bidan dan hasilnya positif  3 bulan. Ntah aku harus bahagia atau kah harus sedih, ternyata hasil dari bulan maduku selama 3 bulan itu jadi juga. Bakal bertambah lagi kebutuhanku gumamku dalam hati.
Singkat cerita langsung saja ke masa-masa menjelang kelahiran anakku yang kedua. Tepat jam 12 malam tanggal 8 September 2005, istriku merasa mulas-mulas. Aku binggung mana suasana hujan deras lagi,lalu aku minta tolong sama ibu mertuaku untuk menemani istriku sementara aku keluar mencari tukang becak. Aku datangi rumah tetanggaku yang kerjanya sebagai tukang becak, aku gedor pintu rumahnya. Agak lama juga aku gedor-gedor rumahnya namun tak kunjung keluar. Sekitar 10 menitan barulah keluar 2 sosok manusia dari balik pintu, yang satu mengenakan sarung dan yang satunya mengenakan mukenah. Pak tolong pak, anterin istriku ke rumah bidan pak pintaku. Waduh saya lagi sholat tahajud nih jawab sosok yang mengenakan sarung. Ya sudah kalo begitu aku pinjam becaknya aja boleh ga' ? ( timpalku ). Ya sudah bawa aja, bentar aku ambilin dulu kuncinya sahut orang yang mengenakan sarung tadi.
Akhirnya aku bawa sendiri becak tetanggaku itu. Lho tukang becaknya mana tanya ibu mertuaku. Dia lagi sholat tahajud bu jawabku. Terus gimana timpal ibu mertuaku. Biar aku sendiri saja yang bawa bu ! Emang kamu bisa ? Insya Allah bisa bu. Ya sudah ayo kita papah istrimu.
Akhirnya aku sama ibu mertuaku memapah istriku. Kebeneran malam itu ayah mertuaku tidak ada di rumah jadi cuma aku sama ibu mertuaku aja yang nganter istriku ke rumah ibu bidan. Sementara anakku yang pertama aku tinggal di rumah yang dijagain adik iparku takut kalo-kalo kebangun dari tidurnya.
Ati-ati ya, pelan-pelan aja ngayuhnya terdengar suara ibu mertuaku dari dalam becak. Iya bu jawabku.
Basah kuyup tubuhku kena guyuran air hujan. Akhirnya sampe juga kami di rumah bidan, lalu aku sama ibu mertuaku memapah kembali istriku yang dari tadi merintih-rintih nahan sakit yang saya sendiri sampe saat ini belum pernah ngrasain seberapa sakitnya, secara...aku kan cowok hehehe masa  pernah ngrasain rasa sakitnya mau nglairin c iziziziz
Untuk kesempatan kali ini aku tidak ingin melewatkan momen yang tidak aku lalui saat kelahiran anakku yang pertama, yakni menemani istriku saat detik-detik kelahiran sang buah hati. Dalam keadaan basah kuyup aku terus berada disamping istriku sambil memberikan semangat serta dukungan mental pada istriku.
Kemudian sang bidanpun memeriksa kandungan istriku, ini baru pembukaan 1 pak, masih agak lama terdengar suara sang bidan mengabari kondisi kandungan istriku.
Kira-kira berapa jam lagi bu tanyaku. Ya... paling tar pagi ato sianglah !
Gimana kalo disuntik perangsang aja seru ibu mertuaku. Ya sebentar aku ambil dulu suntikannya jawab ibu bidan. Lalu ibu bidan masuk ke ruangan pribadinya. Beberapa saat kemudian ibu bidan nongol lagi sambil membawa suntikan di tangannya. Setelah menyuntik istriku bidan pun berkata " istri bapak sudah saya suntik, bapak jagain dulu ya saya mau istirahat lagi. kalo ada apa-apa panggil saja saya ". Baik bu jawabku
Lalu ibu bidan pun masuk lagi ke kamar tidurnya. Setelah 2 jam berlalu istriku merintih histeris, aku pun langsung memanggil ibu bidan lagi. Ibu bidan pun lalu memeriksa kembali kandungan istriku, sudah pembukaan 3 paling ntar pagi baru lahir kata ibu bidan.
Ibu bidan pun balik ke kamarnya. Sekitar jam 4 pagi ayah mertuaku datang dengan membawa baju kering untukku. Rupanya beliau pulang kerumah lalu diceritain oleh adik iparku makanya beliau langsung nyusul serta membawakan baju kering untukku. Aku pun lalu berganti pakaian. Selang tak berapa lama adzan shubuh berkumandang. Karena rumah ibu bidan berada di samping masjid, aku pun pamit ke ibu mertuaku untuk sholat shubuh dulu. Dan rupanya waktu aku sholat shubuh ayah mertuaku balik lagi ke rumah untuk istirahat karena semaleman beliau belum tidur.
Setelah selesai sholat shubuh aku sempatkan waktu beberapa menit untuk berdo'a agar diberi kemudahan kepada istriku dalam melahirkan anak keduaku. Adapun do'a ku sebagai berikut " Ya Allah dari jaman nabi ada sampai sekarang  sudah trilyunan manusia kau ciptakan, dan semua yang Kau ciptakan itu sudah melalui perhitunganMu. Kau ciptakan manusia dalam rahim seorang ibu, dan itu sudah ada jalan keluarnya sendiri. Maka dari itu, aku mohon padaMU ya Allah mudah kanlah istriku dalam menjalani proses kelahiran anakku kali ini. Aku mohon ya Allah jangan sampe jalan keluar yang Engkau sediakan tidak terpake dengan cara manusia membikin jalan sendiri yakni dengan jalan dicesar. Aku percaya dengan kuasaMu ya Allah tidak ada hal yang susah bagiMU. Jangankan hanya mengeluarkan bayi dari rahim ibunya, Engkau keluarkan seluruh isi perut bumipun sungguh sangat mudah bagiMu. Maka dari itu ya Allah.... mudahkanlah proses kelahiran anakku ini...!"
Tak terasa air mataku bercucuran saat aku memanjatkan do'a tadi. Selesai berdo'a aku balik lagi mendampingi istriku. Aku istighfar 3x lalu membaca basmalah 3x serta bersholawat kepada rosulullah 3x. Kupegang tangan istriku lalu kutiup kepala istriku. Dan alhamdulillah beberapa saat kemudian lahirlah anakku. Anak kedua ku perempuan lagi dengan berat 4 kg dan panjang 53cm, lebih besar dari anak pertamaku yang cuma 3kg untuk beratnya dan 50cm untuk panjangnya.
Setalah selesai meng adzani anakku perlahan aku kecup kening istriku sambil ucapkan terima kasih atas perjuangannya dalam melahirkan anakku. Istriku tersenyum dan dia juga bilang terima kasih kepadaku atas kesetiaanku mendampinginya juga atas usahaku mengantarkan dia ke rumah bidan. Karena suasana sudah santai akhirnya ibu mertuaku pulang bermaksud ngabarin ayah mertuaku.
Pak bangun, cucu kita telah lahir ! Ayah mertuaku bangun dari tidurnya lalu bertanya laki-laki apa perempuan? Perempuan lagi jawab ibu mertuaku, mendengar jawaban ibu mertuaku ayah mertuaku langsung tidur lagi dengan muka murung. Jangan begitu pak...laki-laki atau perempuan sama saja cucu kita, tengoklah.... bujuk ibu mertuaku. Namun ayah mertuaku tidak menghiraukan, beliau tetap melanjutkan tidurnya.
Lalu anak pertamaku bangun dan dimandiin oleh adik iparku. Selesai mandi adik ipar bareng anakku menyusul ke rumah bidan. Siang harinya aku bawa istriku pulang ke rumah. Selesai nganter istri balik ke rumah, aku nganterin becak yang aku pinjam dari tetanggaku sambil ngasih uang sewanya. Sampai satu minggu ayah mertuaku tidak mau menyentuh anak keduaku. Jangankan menyentuh ngliatinpun tidak.
Pak liatinlah cucu kita...kasian anak kita sedih karna sikap bapak yang kaya gini bujuk ibu mertuaku pada suaminya. Akhirnya ayah mertuaku mau juga nengokin cucunya, tapi cuma nengokin doank belum mau menyentuhnya. Walau demikian sudah mengurangi rasa sedih istriku karena ayahnya sudah mau nengokin cucunya. Perlu teman-teman tau mengapa ayah mertuaku bersikap seperti itu. Karena kedua anaknya perempuan, dan kini sampe cucunya kedua-duanya perempuan juga. Beliau sangat menginginkan cucu laki-laki.
Sampe saat ini kehidupanku sama istri juga kedua anakku baik-baik saja walo kadang kita merasa kekurangan. Masalah mulai timbul saat anak keduaku menjelang usia 2 taun. Perselisihan demi perselisihan sering muncul dalam kehidupan kami hingga akhirnya kita pisah ranjang.
Sudah dulu ya teman-teman...biar kalian makin penasaran sama kisah
hidupku ini hehehe. Lagian kalo aku cerita sampe selesai kan tidak seru, iya ga mas brow mba' brow
pokoknya ikutin terus deh cerita ini dijamin seru dan mengharukan.
Met malem semua N met rehat ya
bye bye.....