Dia sudah pulang
Malampun mulai datang
Wajahnya kembali terbayang
Merasuk dalam ingatan
Dini....
Maafkan aku
Yang selalu merinduimu
Meski kamu belum tentu setuju
Dengan kelakuanku
Sejujurnya akupun ingin menolak rasa itu
Tapi aku tak mampu
Aku hanya bisa duduk terpaku
Sambil terus diam membisu
Sementara rindu terus menggebu
Din
Aku harus bagaimana
Tiap hari rindu ini makin membara
Selalu bergejolak di dalam dada
Wajahmu menari-nari di depan mata
Din
Sungguh aku tak berdaya
Untuk menghilangkan semuanya
Aku hanya bisa pasrah
Sama yang maha Kuasa
Smoga kelak kita bisa nikah (aamiin....!)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar