Pena di tangan akan terus mengukir
Demi terciptanya sebuah syair
Di tengah angin yang semilir
Dan diiringi suara gemerciknya air
Aku duduk membisu
Sambil pegangi sebuah buku
Tempat aku mencurahkan isi hatiku
Yang selalu dirundung pilu
Masa bahagiaku telah berlalu
Yang ntah kapan akan kembali menghampiriku
Satu tekadku untukmu
Ujudkan bahagiamu bersamaku
Demi terciptanya sebuah syair
Di tengah angin yang semilir
Dan diiringi suara gemerciknya air
Aku duduk membisu
Sambil pegangi sebuah buku
Tempat aku mencurahkan isi hatiku
Yang selalu dirundung pilu
Masa bahagiaku telah berlalu
Yang ntah kapan akan kembali menghampiriku
Satu tekadku untukmu
Ujudkan bahagiamu bersamaku


Tidak ada komentar:
Posting Komentar